Kakak Kandung Dikobel Memek Nya

Kakak Kandung Dikobel Memek Nya | Kisah seks ini berawal sewaktu saya masih kuliah di Kota m. Awalnya saya tinggal sendiri di kost, disuatu tempat yg agak jauh dari kampus tempat saya kuliah, krn cuma ditempat itu saya mendapatkan rumah kost yg relatif lebih murah dari tempat yg lain.

Setelah kuliah selama hampir setahun, saya berlibur kembali ke kota kelahiranku. Selama liburan tersebut, saya dikenalkan oleh keluargaku dengan salah seorang saudara sepupuku yg ternyata juga tinggal di Kota m tempat saya kuliah.

Namun krn tidak saling kenal baik, walaupun masih saudara dekat, kita saling tidak mengetahui kalau kita berada satu kota selama ini. Saudara sepupu ini, sebut aja Kak Christa, sebelum menikah dengan Mas Simon, lahir dan besar di kota Jakarta bersama orang tuanya, keluarga Tante Fannia.

Selama 2 tahun pernikahannya dan menetap di kota m, Kak Christa belum dikaruniai anak, mungkin disebabkan krn kesibukan mereka berdua, Kak Christa yg seorang karyawan bank swasta, dan Mas Simon yg seorang dosen.

Saat perkenalan itu, Christa udh berusia 26 tahun, 5 tahun lebih tua dariku dan Mas Simon berusia 34 Tahun. Keberadaan Kak Christa di kota kelahiranku dallam rangka mengunjungi kakek dan neneknya, yg juga masih saudara dengan nenekku.

Selama liburan kita, saya lebih bnyk menemani Christa keliling kota dan antar jemput mengunjungi keluarga yg lain, Mas Simon tidak datang menemani berlibur. "Dik Rikko rencana balik ke Kota m, kapan? " Tanya Kak Christa sewaktu saya mengantarnya pulang kerumah neneknya, dari belakang sadel boncengan motor milik kakakku.

"Mungkin seminggu lagi. " Jawabku sambill mencoba merasakan sentuhan payudara nya dipunggungku. dengan tinggi sekitar 168 cm dan berat ideal, ukuran dada 36C dengan wajah cantik dan manis dan kulit putih mulus yg ditumbuhi bulu-bulu halus sensasional, membuat saya tidak merasa bosan dan capek menemani Kak Christa keliling kota dan mengantarnya menemani kemana aja dia pergi.

"Kalau begittu , pulangnya dengan saya saja, ya? ! " Katanya seperti berbisik ditelingaku krn derasnya angin krn laju kendaraan. "Terserah kakak saja deh. " kataku menyepakati 'perjanjian' itu.

Seminggu stlah itu, kita pun berangkat pulang bersama naik kapal laut ke Kota m selama satu hari satu malam perjalanan. Rencananya, setiba di Kota m, saya akan diperkenalkan ke husband nya dan sekalian mengajak saya tinggal bersama mereka (selama ini mereka cuma tinggal berdua di kompleks perumahan), krn rumah mereka masih cukup besar utk ditempati cuma berdua saja.

Singkat cerita, saya pun diperkenalkan ke Mas Simon yg mau menerimaku dengan senang hati dan saya pun mengemasi semua barangku dari tempat kostku ke rumah mereka. Dan disinilah awalnya cerita petualangan seksku dengan Kak Christa.

Sebagai cewek cantik dan menarik, saya pikir semua lelaki akan terpesona oleh daya tarik sensual saudara sepupuku ini. Akupun merasakannya sejak pertama kenalan, menemaninya selama liburan berkeliling kota, dan terlebih selama perjalanan dengan kapal laut kembali ke Kota m.

Masih teringat waktu pertama kali berjabatan tangan, dengan senyum manisnya dia memperkenalkan diri. Wajahnya mirip dengan salah satu penyiar acara kriminal di sctv. saya merasakan sentuhan lembut jemarinya waktu saya memegang tangannya, sentuhan sensasional di kulitku ketika bersentuhan dengan tangannya yg ditumbuhi bulu-bulu halus, aroma tubuh dan rambutnya waktu berjalan berdampingan, juga hembusan nafasnya kalau berbicara padaku yg kadang-kadang terlalu dekat dengan wajahku.

Pokoknya semua sensasi yg dimilikinya membuat saya berdebar dan membuat saya konak. saya tak tahu (pada waktu itu) apakah hal itu disengaja atau tidak ( stlah beberapa tahun saya tahu ternyata itu dia sengaja utk memancing responku menurut pengakuannya! ), yg jelas selama liburan, saya belum berani menunjukkan reaksiku.

Nanti stlah kejadian di atas kapal laut yg membawa kita ke Kota m, baru saya berani menunjukkan 'keberanianku' pada Kak Christa, walau dengan jantung dag dig dug. Diatas kapal laut yg sesak krn penumpang yg banyak, kita mendapatkan tempat yg lumayan ' strategis' , walaupun itu bukan tempat yg udh kita bayar utk perjalanan kita.

Bersama dengan beberapa penumpang lain (yg agak lanjut usia dengan kebanyakan cewek ), kita menempati sebuah sudut ruang kapal yg agak panas, hal itu membuat kita kegerahan. Menjelang tidur malam, Christa dengan memakai kemeja yg didalamnya dilapisi kaos oblong tanpa lengan dengan celana jeans, terlihat mulai mengatur tempat utk tidur disudut merapat kedinding ruang, sedangkan saya dengan kaos oblong juga dan celana pendek selutut berada diantara Kak Christa dengan penumpang lain.

Sebelum tidur, Kak Christa membaca sebuah majalah dan saya mengisi tts. stlah membaca majalah, Kak Christa udh tak tahan lagi kantuknya dan tertidur, sedangkan saya melanj utk an mengisi tts dan membaca majalah.

Tak lama setelah nya, lampu di ruangan itu dipadamkan, mungkin krn penumpang lainpun udh ingin memjamkan mata, walaupun masih ada lampu yg menyala di tengah ruangan tapi tidak cukup utk menerangi tempat saya membaca majalah, akupun bersandar sambill duduk berusaha utk tidur.

Tapi krn udara yg agak panas dan menggerahkan, mataku susah terpejam. Kak Christa pun bangun dan melepas kemejanya (tinggal kaos oblong) dan kemejanya itu dipakai utk menyelimuti badannya sambill tidur.

Sewaktu Kak Christa melepas kemejanya, dengan jarak sekitar 15 cm dari hidungku, saya bisa merasakan aroma tubuhnya yg terpancar dari ketiaknya sewaktu lengannya bergerak melepas kemejanya. Aroma itu campuran aroma keringat dan sisa parfumnya, dan itu membuatku benar -benar melayang.

Membayangkan aroma tubuh yg sensasional seperti itu. Dan diketiaknya yg putih, saya sempat melihat secara samar rambut halus hitam yg semakin membuatku ingin merasakan langsung aroma ketiaknya. Hmm. tak sadar saya memperbaiki posisi 'junior' di celana pendekku, dan hal itu terlihat oleh Kak Christa.

"Belum tidur, Jon? " Tanyanya berbisik sebelum berbaring di sampingku. "Belum nih, duluan aja! " Jawabku sambill menatap matanya. Christa pun akhirnya berbaring dengan memiringkan badannya ke arahku, sehingga kepalanya dengan pahaku cuma berjarak sekian centi.

Akupun terus berusaha tidur sambill duduk krn mataku belum mau terpejam. Hembusan nafasnya terasa menggelitik paha kiriku bagian luar, dan mungkin aja Christa tahu kalau peler ku lagi tegang krn celana pendekku di sekitar peler ku agak menonjol berdiri.

Setelah capek duduk dan mataku terasa muali berat dengan angin laut yg mulai bertiup sepoi-sepoi, akupun berbaring di sisi Kak Christa. Saat saya mengambil posisi baring, Christa memberiku sedikit ruang sambill mengangkat lengan kanannya, dan lagi-lagi tercium aroma tubuh yg makin membuatku tegang.

Walaupun saya masih berbaring terlentang dan Christa sedikit condong ke arahku, saya bisa merasakan bahwa kepalaku tepat berada di bawah ketiaknya krn saya merasakan lengan Kak Christa ada diatas kepalaku.

Kantukku pun hilang krn 'posisi' yg menguntungkan ini, saya sisa mengarahkan mukaku ke arah Christa dan ketiaknya udh pasti ada di mukaku. saya coba utk diam, tetaapi rangsangan yg timbul dari aroma tubuh Kak Christa yg perlahan mulai tercium membuat saya gelisah.

Lama stlah itu, sewaktu saya merasakan nafas Christa yg beraturan menerpa wajahku, baru saya perlahan-lahan mengarahkan wajahku ke bawah ketiaknya dan. Hmm aroma itu benar -benar membuat saya makin tak beraturan utk bernafas, antara rasa senang, takut Kak Christa marah dan rangsangan yg terus membuat jantungku berdebar.

Dengaan jarak cuman sekita 3-4 cm antara hidungku dan ketiak putih itu, Kak Christa pasti bisa merasakan kegelisahanku, tapi mungkin dia udh nyenyak sampai tidak merasakan hembusan nafas dan sentuhan ujung lidahku diketiaknya.

Ketika saya udh tak tahan lagi, dengan jantung berdegup kencang, perlahan saya mengambil jaket tebalku utk menutupi celanaku yg semakin menonjol krn desakan peler ku (+15 cm) sambill memiringkan badan ke arah Kak Christa sehingga peler ku merapat di paha Kak Christa yg berbalut jeans dengan hidungku dan bibirku yg udh menempel di ketiaknya.

Saya mencoba menahan nafasku yg memburu sambill melanjutkan jilatanku dan remas kecil yg makin berani ke arah pangkal payudara nya. Semua itu saya lakukan dengan sangat hati-hati, takut membangunkan Kak Christa dan dia nampaknya masih seperti semula dengan nafas yg masih beraturan.

Dengaan perlahan saya membuka kancing tarik celanaku, meyampingkan cd ku lalu kutarik peler yg udh sangat tegang keluar. Meski cuma kepala peler dan sebagian batangnya yg bisa keluar dari celanaku, saya elus-eluskan di paha Kak Christa sampai saya merasa ada cairan bening keluar(bukan peju yg kental) dan menempel di celana jeansnya.

Mungkin saya akan terus menggesek-gesekkan kepala peler ku sampai saya ejakulasi, kalau aja Kak Christa tidak bergerak sedikit menjauh dari tubuhku. Kejadian itu berakhir sampai disitu, dan sewaktu bangun, Kak Christa tidak bicara soal tersebut, cuma ada sedikit ada rasa canggung diantara kita, sampai kita turun dari kapal dan tiba di rumah.

Sejak tinggal bersama Kak Christa dan husband nya, saya mencoba utk menjadi adik yg baik, saya coba membuang semua pikiran jorok di kepalaku tentang Kak Christa dan mencoba menghindari Kak Christa dengan bnyk beraktivitas di kampus atau di luar rumah.

Sampai suatu saat, Mas Simon mengambil Tugas Belajar ke Filipina selama 1 tahun. Empat bulan stlah tinggal di rumah Kak Christa, Mas Simon berencana akan berangkat ke Filipina, dan selama itu saya mencoba menjaga jarak dengan Kak Christa walaupun dia tetap baik dan ramah kepadaku.

Kalau tidak ada kegiatan di kampus atau ditempat lain, saya bnyk berkurung diri di kamar, dan kamipun bertiga cukup sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga cuma waktu-waktu tertentu aja (Sabtu/Minggu) baru ketemu atau kumpul bersama.

Cerita Sex Kakak Kandung Dikobel Memek Nya

Usahaku utk menghindari berdekatan dengan Kak Christa adalah utk membantu menghilangkan pesona sensualitasnya yg sering saya rasakan kalau berada dekatnya. Dan hal ini juga didukung krn Kak Christa sering berangkat pagi dan pulang kerja sore (saya biasanya yg paling akhir meninggalkan rumah) dan paling lambat tiba di rumah.

Satu-satunya yg paling sering menggodakau adalah pakaian-pakain kotor(terutama pakaian dallam Kak Christa) yg baru habis dipakainya, yg ditumpuk dallam keranjang pakaian didekat kamar mandi. Sering kali saat bangun pagi jam 8.

Saya 'memeriksa' pakaian-pakaian tersebut (saat mereka udh berangkat kerja). saya sering mendapati pakaian kerjanya yg kemarin dan pakaian tidurnya semalam masih menyisakan aroma tubuh dan parfumnya, terlebih lagi celana dalamnya menyisakan cairan memek nya yg harum (belakangan saya tahu memek nya emang harum saat saya mengoralnya) dan sering saya ciumin dan jilati sambill beronani.

Karna fantasi tersebut akan sampai sering menumpahkan peju ku di celana dalamnya atau pakaian kerjanya (tiap Sabtu baru di cuci), dan sewaktu pertama kali memuncratkan peju ku di cd nya.

Saya takut Kak Christa tahu dan memarahiku. Tapi sewaktu dia mencucinya pada hari Sabtu. dia sepertinya tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kalau peju ku udh bercampur dengan sisa-sisa cairan memek nya (kadang cairan memek nya masih basah).

Dan stlah Mas Simon memberi tahu rencananya utk ke Filipina dan menyuruhku utk menjaga Kak Christa dan rumah saya semakin. akhh. berdebar-debar. Inilah awal yg menjadikan saya tahu kalau Kak Christa ternyata memiliki hasrat dan gairah seks yg tinggi serta mengajariku fantasi-fantasi bercinta.

Hubungan kita ini udh berlangsung sampai 8 tahun dan kita sepertinya orang yg masih pacaran walaupun dia udh berhusband. Dan satu hal lagi, adalah kesukaanku mengintip aktivitas Kak Christa bila berada dirumah.

Kalau malam hari saat tidur dengan husband nya, saya sering mendengar erangan-erangan bercinta mereka. Bahkan saya pernah onani didepan kamarnya yg saya buka sedikit pintunya dan saya melihat Kak Christa lagi tidur dikamarnya dengan pakaian tipis dan seksi(saat itu husband nya belum pulang dari kantornya).

Dan berapa kali kejadian-kejadian tak terduga yg membuat saya sakit kepala bila membayangkannya. krn ingin segera merasakan bercinta dengan Kak Christa. Tiba saatnya Mas Simon berangkat ke Filipina, saya dan Kak Christa mengantarnya ke bandara dan Kak Christa langsung berangkat ke kantornya, sedangkan saya balik ke rumah krn hari itu saya tidak ada perkuliahan atau kegiatan lainnya di luar rumah.

Setiba dirumah, saya langsung memeriksa keranjang tempat pakaian kotor Kak Christa. Disitu saya mendapati beberapa potong celana dallam dan bh Kak Christa dan daster yg dipakainya semalam. Seperti biasa, saya mulai menciumi cd Kak Christa yg meninggalkan sedikit cairan memek nya sambill mulai membayangkan saya menciumi memek Kak Christa sambill mulai beronani.

Saya buka semua pakaianku dan memakai cd Kak Christa yg lain sambill meremas-remas peler ku di dallam cd Kak Christa. Ketika asyik beronani, tiba-tiba telepon berdering, ternyata dari Kak Christa yg menanyakan apakah saya udh tiba dirumah atau belum.

Saya berusaha utk mengajak Kak Christa bicara lama di telepon sambill terus meremas peler ku dan membayangkan sedang bercinta dng nya. Suaraku kedengaran parau krn rangsangan yg timbul dan saya berusaha mengajak bercanda Kak Christa: "Jam berapa baliknya nanti Kak Christa? " Tanyaku, "Seperti biasalah, kenapa mmg ? !. kangen ya sama saya? " Balasnya bercanda, "Nggak kok, cuman mau menjalankan tugas dengan baik, menjaga dan mengantar jemput kakak! " Jawabku dengan suara gugup krn saya semakin terangsang mendengar suara lembut Kak Christa.

"Kamu kenapa?. kok suaramu parau begittu ? ! " saya cuma menjawab, "Masih ngantuk nih, habis bangun pagi-pagi ngantarin Mas Simon! " Jawabku bohong dan. "Akhh. " saya mencapai klimaks "Udahan dong, saya mau tidur lagi. nanti saja saya jemput! " kataku kelelahan krn krn peju ku udh terumpah di cd Kak Christa.

"Ya deh, saya tunggu. awas kalau nggak jemput! " Katanya mengakhiri pembicaraan kita. saya pun menyimpan kembali cd Kak Christa di keranjang dan saya benar -benar puas onani kali ini krn baru kali ini saya onani disertai dengan mengobrol dengan Kak Christa walaupun cuma ditelepon.

Setelah kejadian itu, selama dua minggu pertama keberangkatan husband nya ke luar negeri tidak ada kejadian istimewa yg terjadi. saya cuma sesekali onani, krn saya sering berada di luar rumah (kalau sore atau malam baru balik ke rumah) dan mengantar jemput Kak Christa kalau saya tidak ada kegiatan.

Setelah mengantar atau menjemput Kak Christa, saya biasanya melanj utk an kegiatanku di kampus atau di luar rumah, dan kalau balik kerumah saya sering mendapati Kak Christa udh tidur di dallam kamarnya sehingga kita tidak sempat ngobrol.

Sampai pada suatu malam, ketika saya pulang dari kegiatan dengan teman-teman kampusku selama tiga hari (praktis saya tidak bisa menemani dan bertemu Kak Christa) di luar kota. stlah menyimpan motor di garasi samping rumah, saya lihat lampu ruang tengah masih menyala dan Kak Christa menonton acara tv sambill tiduran di sofa.

Rasa kangen makin menjadi-jadi stlah tiga hari tak bertemu dan melihat Kak Christa mengenakan dasternya yg menur utk u sangat seksi. Dasternya berwarna kuning tua (serasi dengan kulitnya yg mulus) dengan lengan yg agak pendek dengan lubang lengan yg agak besar sehingga saya bisa melihat tali bh nya yg berwarna putih dari ketiaknya.

Saya memeluk ringan (sudah biasa) dan kali ini saya sedikit nakal dengan memberi ciuman tipis di telinganya (saya belum berani sun bibir). "Baik-baik saja kan kak? ! " sapaku sambill merapat ke tubuhnya sambill memegang bahunya.

"Iya nih. cuman agak kesepian sendiri! " Jawabnya sambill tersenyum manis. "Kan Mas Simon baru dua minggu lebih perginya. ? ! " Kataku menggoda "Ihh. kamu bisa aja. awas ya saya laporin ke Mas. kalau kamu nggak jagain saya selama tiga hari! " Jawabnya sambill mengancam dan mencubit pinggangku.

"Kan cuman tiga hari. tapi nggak lagi kok. udh selesai kegiatannya" kataku mencoba menetralisir suasana yg udh mulai membuat saya ngeres. "Ok deh. tapi mandi sana, bau tuh. ! " katanya mengejek saya.

Saya pun mandi dan mengisi perut yg udh dari tadi minta diisi. sambill makan, saya membayangkan bagaimana rasanya kalau saya bercinta dng nya malam ini. Membayangkan itu, saya makin tambah gelisah dan saya cepat-cepat menghabiskan makananku dan menemani Kak Christa menonton acara tv.


Cerita seks Kakak Kandung Dikobel Memek Nya
  • Dengaan memakai kaos oblong dan celana karet pendek, saya menemani Kak Christa menonton sambill duduk dikarpet dan bersandar di sofa tepat disamping Kak Christa. sambill menonton, kita bercerita apa saja, dan tak lama kemudian, Ka Christa berdiri dan berjalan ke kamar mandi ingin buang air.
  • Sewaktu melewatiku, dasternya keliatan transparan walaupun sekilas, dan saya sempat juga mencium aroma tubuhnya yg wangi. Hal itu membuat saya memperbaiki letak peler ku (waktu Kak Christa udh di kamar mandi) krn saya malu kalau Kak Christa tau saya sedang 'horny' krn celana pendek yg saya kenakan sedikit ketat.
  • Setelah keluar dari kamar mandi, Kak Christa pun ikutan duduk di karpet disampingku, malah dia tengkurap sambill membelakangiku dan memeluk bantal duduk. saya semakin bebas melihat buah pantatnya yg bagus, sedikit pahanya yg mulus dengan betisnya yg indah yg ditaburi bulu-bulu halus yg rapi.
  • Sungguh pemandangan yg membuat saya makin konak, sehingga saya tidak konsen lagi dengan acara tv ataupun obrolan kita. sambill ngobrol dan bercanda, Kak Christa sering mengejek atau meledek saya hingga saya tak sadar menepuk betisnya yg indah dan mulus.
  • Setelah menepuk, saya tidak menarik kembali tanganku, tapi kubiarkan terparkir di betisnya sambill sesakali mengusapnya. Jantungku makin dag dig dug, saya gelisah, krn baru kali ini selama saya tinggal dng nya bisa berdekatan sambill meremas remas lembut betisnya.
  • Kejadian di atas kapal laut yg saya coba lupakan, terkenang kembali. kontol ku makin tegang, dan terciplak jelas di celana pendekku krn saya tidak memakai cd lagi didalamnya (saya emang jarang memakai cd kalau dirumah).
  • Untk menutupinya, saya meminta bantal duduk yg lain yg berada didepan Kak Christa. "Tolongin bantalnya dong kak! " sambill menunjuk bantal didepannya. "Ambil saja sendiri, malas amat seh bergerak! " katanya mengejekku.
  • Tanpa meminta lagi, saya langsung bergerak mengambilnya, tetapi saya hrs melewati tubuhnya, dan mau tak mau saya menindih pantatnya yg indah. "yg ini saja deh. " kataku sambill merebut bantal yg ada dipelukannya.
  • Tapi krn dia mempertahankannya, akupun tertarik ke arah tubuhnya sehingga sekarang saya menindihnya dari atas, sedangkan dia masih tetap tengkurap. sambill mempertahankan bantalnya, buah pantatnya yg udh saya tindih juga turut bergoyang menambah ketegangan peler ku.
  • Dengaan posisi seperti ini, akupun bebas menciumi rambutnya yg harum sambill tangan dan lengan kita bersentuhan. Sungguh posisi yg paling mengasyikkan, dan saya pun akhirnya tetap berada diatas tubuhnya.
"Ihh. kakak pelit! " "Biarin. ! " katanya sambill tetap menatap layar tv. Pandanganku tertutupi oleh sebagian rambutnya yg sebahu, dan saya pun makin berani menciumi rambutnya dan mulai memegangi tangannya.

Jantungku berdegup kencang, saya tahu Kak Christa mengetahuinya, tapi ketakutanku dikalahkan oleh nafsuku dan tanganku mulai berani menyibak dan mengelus rambutnya. "Kakak harum. " kataku tanpa disengaja krn sensasi yg ditimbulkan oleh suasana seperti ini.

"Biarin. kamu saja yg bau. wwek! " Katanya mengejekku. stlah menyibak rambutnya, kuberanikan mencium tengkuknya, Kak Christa keliatan kaget walaupun sesaat, dan dia tetap mengarahkan pandangannya ke layar tv walaupu saya tahu tidak konsen lagi dengan acara tv.

Melihat dia tidak protes, saya semakin berani menciumi telinganya dan bolak balik kelehernya. "Kulit kakak muluss. " Kataku dengan gugup. "Sshh. biarin" Jawabnya sedikit mendesah. saya pun makin agresif.

Kugoyang pinggulku agar peler ku bisa lebih merasakan buah pantatnya sambill tanganku perlahan-lahan mulai menyusup kearah ketiaknya. Tangan masuk melalui lobang ketiak dasternya, dan mencoba mengusap dan remas pangkal payudara nya.

Sampai saat itu, saya masih takut kalau Kak Christa jadi marah krn 'kenakalanku'. Tapi krn dorongan nafsu yg makin menjadi, saya beranikan utk menarik bawah dasternya sambill mengusap dan remas manja paha luarnya dengan tanganku yg satu, sedangkan tangan yg lain tetap meremas remas payudara nya.

Saya tak peduli lagi kalau dia marah, krn sensasi yg tercipta benar -benar membuat peler ku tak sabaran lagi. dengan dibantu kakiku, saya coba merenggangkan pahanya, stlah dasternya mulai sedikit demi sedikt tergeser keatas pinggangnya, sampai keliatan cd Kak Christa yg berwarna putih.

Kakak Kandung Dikobel Memek Nya cerita hot seks, Kakak Kandung Dikobel Memek Nya kisah bokep sedarah, Kakak Kandung Dikobel Memek Nya
Kakak Kandung Dikobel Memek Nya

Kak Christa diam saja, malah cenderung penurut ketika saya menarik dasternya keatas dengan mengangkat pantatnya sedikit, sehingga peler ku makin menempel keras di buah pantatnya yg montok. Sampai disini, saya masih meremas remas pahanya dengan lembut dan tangan yg satu udh berani meyelusupkan satu jari ke dallam mangkuk bh nya sambill remas lembut payudara Kak Christa.

Saya juga mulai menciumi punggungnya yg sedikit terbuka dibagian atasnya, terus kebawah kearah tali bh nya. saya menggigit daster dan tali bh nya bagian belakang lalu kutarik dan kulepas sehingga berbunyi cipak (bunyi tali bh mengenai kulitnya), dan kuulangi beberapa kali.

"Hmm. sakkitt. ! " Rengeknya manja sambill menundukkan kepalanya ke bantal sambill menikmati permainanku. "Biarin. ! " Balasku dan kita sama-sama tertawa. saya pun makin berani menarik cd Kak Christa kebawah sambill saya mencoba mencium pipinya.

"Kamu nakaa. ll! " Manjanya yg membuat saya makin bernafsu. saya tarik tanganku yg meramas remas payudara nya dan menarik wajahnya sehingga saya dapat mencium bibirnya walaupun cuma sebentar dan dengan agak susah.

Karna saya makin bernafsu dan ingin sekali menciumi bibirnya yg seksi, saya bangun dan segera menarik cd Kak Christa sampai kelutut. Lalu saya membalikkan badannya dengan sedikit kasar sehinnga sekarang Kak Christa terlentang dihadapanku dengan dasternya yg udh terangkat sampai keperut dan cd sampai lutut yg memperlihatkan rimbunan bulu-bulu halus di selangkangannya.

"Kamu mau ngapain. ? ! " Katanya sedikit terkejut. Tapi saya segera menindihnya dan memegang wajahnya dan segera mencium bibirnya yg diatasnya ditumbuhi bulu-bulu halus seperti seperti kumis tipis.

Kak Christa coba berontak dengan memalingkan wajahnya, tetapi krn saya udh memegang mukanya, akhirnya bibirnyapun berhasil saya lumat, dengan sedikit menarik dagunya sehingga bibirnya terbuka. Kak Christa pasif aja mulanya, tapi stlah saya jilati bibirnya, dia pun mulai membuka mulutnya dan mendesah.

"Ahh. jangan Jon! " Tapi saya terus mencium, menjilat sampai Kak Christa pun berani membalas goyangan lidahku di dallam rongga mulutnya. Lama kita bermain lidah, saling menjilat disertai desahan nafas kita dan bunyi 'plok' saat bibir kita terlepas utk menarik nafas, kemudian melanj utk an saling kulum dengan ganasnya.

Perlahan tanganku meraih kedua tangannya remas lembut dan menaruhnya diatas karpet dibagian atas kepala Kak Christa sambill terus berciuman. saya kembali menciumi lehernya, bahunya dan dadanya. Kak Christa cuma mendesah tanpa berbicara.

"Akhh. sshh. ! " dan saya makin melancarkan ciumanku, kali ini ke ketiaknya yg putih (bulu-bulunya tidak selebat waktu di atas kapal laut), saya ciumin dan saya jilati. "Akhh. geli sayang! " Desahnya lalu menggigit bibirnya (itulah kata sayang yg pertama ditujukan padaku) sambill kepalanya bergoyang kiri-kanan menikmati rangsangan yg saya berikan.

Aroma tubuhnya yg sensasional dan sensasi bulu-bulu ketiaknya membuat saya makin terangsang dan saya segera meremas remas payudara nya dan Kak Christa memelototi saya katanya, "Sshh. pelan-pelan. sakit! " saya pun segera memintanya utk melepaskan dasternya agar saya bisa membuka bh nya, tapi dia merengek manja.

"Nggak mauu. ! " Katanya pura-pura cemberut, tapi saya segera mencopot cd nya dan segera kubenamkan wajahku di memek nya yg penuh dengan bulu-bulu halus menggairahkan. "Kamu mau ngapain. ? " Tanyanya bingung, tapi saya terus aja mencoba menguak pahanya dengan kedua tanganku lalu mulai menjilati memek nya yg ternyata udh mulai basah oleh cairan memek nya.

" jangan ahh. kan bau tuh. sshh. ! " Protesnya sambill mendesah menahan nikmat, tapi saya justru merasakan aroma memek yg membuat perasaan tidak karuan. "Asyik kok kak. punyanya kakak harum ya. ? ! " kataku memuji krn emang harum.

Saya jilati bibir memek nya yg menonjol, clitorisnya, dan dengan bantuan jari menguak memek nya, saya menusukkan lidahku ke dallam lobang memek nya, sehingga Kak Christa mengerang tak karauan.

"Ohh. uu. " Tiba-tiba saya merasa memek nya menegang dan pahanya dirapatkan dan tangannya remas kepalaku, dan saya mencium aroma memek nya yg makin tajam diiringi lidahku merasakan cairan bening dari dallam lubang memek nya.

Ternyata Kak Christa udh orgasme. Diapun mendorong kepalaku sehingga terangkat dari memek nya dan tangannya menutupi memek nya lalu tangan satunya mengambil cd nya yg tergeletak disampingnya dan menutupi lubang memek nya dengan cd nya itu dan berbaring membelakangiku sambill mengatur nafasnya yg memburu.

Saya kecewa krn tidak sempat menjilati cairan memek nya yg harum (aroma bunga). saya coba mendekatinya lagi sambill melepaskan celanaku. Ketika saya coba menyentuh memek nya dari belakang, dia berkata, "Sudah dong Jon. ! " saya coba mengerti, mungkin Kak Christa malu kalau cairan memek nya saya jilati.

Jg mungkin perasannya yg bersalah udh orgasme dihadapan adik sepupunya sendiri. saya cuma memeluknya dari belakang sambill menempelkan peler ku yg udh ngeras habis dibelahan pantatnya, lalu saya belai-belai rambutnya, mencoba menghiburnya krn saya sendiri belum mencapai klimaks.

"Kamu jahat. rangsang saya sampai saya orgasme! " Katanya sewaktu saya udh mulai menggesek-gesekkan peler ku di pantatnya. saya cuma diam, krn saya makin terangsang ingin memasukkan peler ku ke memek nya.

Dan ketika saya makin kencang menggesekkan peler ku yg mulai basah oleh sisa cairan memek nya dan Kak Christa diam saja, saya lalu memutar tubuhnya sehingga dia kembali terlentang dan saya segera merenggangkan kembali pahanya, tetapi Kak Christa menolak sambill menarik saya dan berkata sambill membelai-belai wajahku.

" jangan sayang. saya takut hamil selama Mas Simon nggak ada disini" Katanya memohon pengertianku. "Tapi kak. saya dah nggak tahan lagi. " Protesku. "Didubur saja kak kalau nggak mau di memek nya kakak. ? ! " "Sakit sayang. lagian nanti berbekas! " katanya memohon.

"Kalau gitu kakak oral aja. ! " kataku sambill menyodorkan peler ku ke mukanya. dia keliatan kaget melihat peler ku yg agak besar walaupun panjangnya cuman sekitar 15 cm.

"Ok. tapi kalau udh mau keluar bilang ya. saya belum pernah nelan peju nya Mas Simon! " Katanya sambill duduk dan membuka daster dan bh nya. saya terpesona melihat bentuk payudara yg indah ingin rasanya ku remas lagi, akhirnya sampai saya tidak tahan utk tidak meremas remas payudara nya.

" payudara kakak bagus. ! " Pujiku. Kak Christa cuma tersenyum manis, "Kalau udh mau keluar, gesekin saja di sini ya. ! " Katanya sambill menunjuk ke payudara nya, lalu dia memegang peler ku dan mulai mengulumnya, "Ssruupphh. " Bunyi kulumannya di kepala peler ku yg agak besar sambill melumurinya dengan air liurnya dan tangannya meremas remas biji kontol ku.

"Punyamu besar dan agak panjang dari Mas Simon. ! " Tapi saya tidak terlalu menghiraukan lagi kata-katanya disela hisapannya, dan remas tangannya di biji kontol ku, krn saya sendiri udh merasa terbang ke langit ketujuh.

Posisi kita awalnya sama-sama berlutut, Kak Christa mengulum peler ku sambill tangannya meremas-remas buah pantatku, dan sesekali menyentuh lubang anusku, semuanya itu menambah rangsangannya. Saya memperhatikan kulit Kak Christa yg benar bnr mulus dari punggungnya sampai ke pinggangnya yg ditumbuhi bulu-bulu halus, bentuk pantatnya yg indah dan payudara nya yg menggelitik pahaku sambill mulutnya mengulum peler ku.

"Akhh. kak. duduk dong! " Kataku sambill berdiri krn rangsanagn yg dia berikan semakin memacu gairahku. Kak Christa pun duduk dan saya berdiri, lalu dia kembali memasukkan peler ku ke mulutnya.

Kali ini saya yg menggoyang pantatku ke depan ke belakang dan lidahnya menahan kepala peler ku, mulut nya seakan meremas remas peler ku, setiap pantatku kudorong kedepan sambill tangannya memeluk kedua pahaku.

Beberapa menit kemudian saya udh mulai merasakan desakan air mani ku yg mau keluar, saya pun menarik keluar peler ku, tapi krn hisapan yg kuat dari mulut Kak Christa, saya pun mendorongnya dan dia mengerti kalau saya udh mau klimaks, Kak Christa segera berbaring dan memegang peler ku lalu diarahkan ke payudara nya lalu menjepit dan saya disuruhnya utk menggesek-gesekkannya sambill meremas remas payudara nya, sampai.

"Akhh. kakkh. saya mau keluar. ! " Kataku sambill menggeleng-gelengkan kepalaku. Dan. crot. crot. bnyk sekali air mani ku yg muncrat di dada dan leher Kak Christa bahkan ada yg sampai mengenai mukanya.

"Akhh. kakak nikmat bangett. ! " Jeritku sambill tetap meremas remas payudara nya. "Bersihin dong Jon, peju kamu bnyk tuh. ! " Katanya sambill menyodorkan dasternya. saya pun mulai menglap sisa-sisa peju ku di payudara nya, leher dan mukanya.

Lalu saya ciumin bibirnya, "Makasih Jon. kamu puasin saya malam ini! " Katanya "Kamu hebat. pintar rangsang saya. ! " Bisiknya malu-malu. "Dan mulai sekarang. kamu nggak usah lagi tumpahin peju mu di celana dallam kakak yg udh kotor. capek nyucinya. hehe! " Godanya, "Jadi kakak tahu kalau saya sering tumpahin peju ku di cd nya kakak? " Tanyaku malu.

"Iyalah. tapi nggak papa kok. kakak suka. saya juga sering ciumin cd kamu kok. cuman kamu nggak tau kan? !. hehhe! " Lalu katanya lagi, "Sejak dari pertama kenal, kakak udh tertarik sama kamu, tapi kakak sembunyiin. kamu saja yg agak berani. terutama di atas kapal laut dulu! ".

Malam itu kita lanj utk an bercerita tentang kejadian-kejadian yg kita alami selama ini yg sama-sama kita rahasiakan, semuanya dibongkar dengan jelas. dan sambill bercerita, kita selingi dengan saling cium, melumat bibir, saling raba dan berpelukan.

Kami tertidur sambill berpelukan dengan telanjang di ruang itu, stlah saya membuat Kak Christa orgasme sekali lagi walaupun dengan jari-jari tanganku (itu permintaannya sendiri) walaupun saya sebenarnya ingin merasakan memek Kak Christa.

Sejak saat itu, saya dan Kak Christa sering 'bercinta' , walaupun Kak Christa belum mau saya memasukkan peler ku ke memek nya krn takut kalau-kalau dia hamil saat husband nya ada di luar negeri.

Tapi paling tidak, saya tidak lagi cuma merasakan aroma memek nya lewat cd nya, atau aroma tubuhnya yg sensasional di pakaiannya, tapi saya udh bisa merasakan langsung, kapan aja saya mau.

Kakak Kandung Dikobel Memek Nya
Kakak Kandung Dikobel Memek Nya, cerita sex , Kakak Kandung Dikobel Memek Nya cerita hot seks, Kakak Kandung Dikobel Memek Nya kisah bokep sedarah, Kakak Kandung Dikobel Memek Nya, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Kakak Kandung Dikobel Memek Nya


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/