Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok

Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok | Selva lalu keluar dari kamarnya dan di depan kamarnya di lantai 2, ia ngeliat adiknya, Kiky, lagi masuk rumah dgn wajah agak kepanasan, namun kelihatan ceria sekali. Kiky baru aja pulang dari sekolahnya, kemeja putih dan rok birunya keliatan sexy dan menggairahkan sekali, sangat tinggi diatas lutut.

Gak terlihat siapa pun didalam rumah, Kiky langsung aja naik dan masuk ke kamarnya untuk menyalakan ac. Ia masuk ke kamar mandi dalam kamarnya saat mendengar kakaknya Selva bertanya, "Hey, gimana pengumumannya? ".

Kiky keluar dari kamar mandi mendapatkan Selva bersandar di pintu kamarnya dgn tangan ke belakang. "Kiky diterima di sma Theresia, Kak! " jawab Kiky dgn ceria. Selva berjalan ke arahnya dan memberikan sebuah kado terbungkus rapi.

"Nih, buat kamu. Kakak yakin kamu diterima, jadi udah nyiapin ini. " "Duuh, thank you, Kak! " Kiky setengah menjerit menyambar kado itu. Selva duduk di ranjang Kiky sementara adiknya duduk di meja belajarnya membuka kado itu dan mendapatkan sebuah gelas berbentuk Welni the Pooh, karakter kartun kesukaannya, sedang memeluk tong bertulisan "Hunny".

Kali ini Kiky benar-benar menjerit, "Aaah, bagus banget! Thank you, Kak! " Kiky melompat ke ranjang dan memeluk kakaknya erat-erat, dan dgn tiba-tiba mencium bibir Selva. Selva tersentak, bukan krna Kiky menciumnya, tapi krna getaran elektrik yg ia rasakan dari bibir adiknya yg basah menyambar bibirnya dan menyebar ke seluruh tubuhnya.

Ciuman yg sebenarnya cuma berlangsung beberapa detik itu membuat jantung Selva berdebar. Kiky melepas ciumannya, namun tak melepas pelukannya yg erat. Selva tersenyum berusaha menutupi perasaannya, lalu mengecup bibir adiknya dgn lembut.

Kiky meletakkan gelas itu di meja kecil di sisi ranjangnya dan merebahkan diri. Ia menarik Selva agar berbaring di sisinya, lalu kembali memeluknya. "Kak, Kiky kangen nih ama Kakak. Sejak Kak Selva pacaran ama Mbak Anna, kapan kita pernah tidur bareng lagi? Cerita-cerita sampe ketiduran? Nggak pernah kan? " "Bukan gitu, Kiky, " jawab Selva, "Kakak kan kuliahnya sibuk, bukan krna pacaran ama Anna. " Selva kembali merasakan dadanya berdebar cuma krna dipeluk oleh adiknya yg cantik ini.

Ia baru menyadari bahwa ia memang udah lama sekali tak pernah sedekat ini dgn Kiky. "Lagian ngapain sih Kakak pacaran ama Mbak Anna? Ntar ketahuan Papa baru tahu lho! " kata Kiky sambil mengernyitkan dahinya seakan memarahi kakaknya.

Wajah Kiky begitu dekat dgn wajahnya, membuat Selva merasa canggung dan semakin berdebar. Selva berusaha keras meredam ketegangannya dan menutupi perasaannya dari adiknya. "Sok tahu kamu, " kata Selva, "Papa kan udah tahu Kakak pacaran ama Anna. Malah sebelum berangkat ke Jerman, Anna pernah ketemu dan ngobrol ama Papa. Sekarang Papa udah bisa kok nerima kenyataan bahwa Kakak emang lesbian. " Hangatnya hembusan napas Kiky di lehernya membuat Selva semakin berdebar dan ia merasakan panas yg hebat dari selangkangannya.

Selva tahu ia tak mampu menahan diri lebih lama lagi saat celana dalamnya mulai terasa lembab. "Sana mandi dulu kamu! " tukas Selva sambil mendorong adiknya, "Kamu bau matahari! " "Ngg. " balas Kiky kolokan walau tetap melepaskan lengannya yg melingkari pinggang Selva.

"Tapi Kakak jangan pergi dulu. Kiky masih kangen ama Kakak, " kata Kiky sambil berjalan ke kamar mandi. Selva duduk dan melipat kedua kakinya rapat-rapat di depan dadanya. Ia memeluk kedua kakinya sambil menyadarkan dagu ke lututnya.

Ia menghela napas dalam-dalam berusaha menenangkan gairahnya. "Kenapa aku sampai begitu, sih! " ia memarahi dirinya sendiri dalam hati. "Kiky kan adikku sendiri! " "Mungkinkah krna udah hampir 4 bulan Anna pergi dan aku kangen pada pelukan dan sentuhan lembut wanita? " Selva menyelonjorkan kakinya di kasur dan mulai meraba-raba pahanya.

Sambil membayangkan dada Anna yg montok, tangan kiri Selva meraba-raba dadanya sendiri, sementara tangan kanannya naik meremas-remas selangkangannya. Selva tersentak dari lamunannya dan melepas kedua tangannya dari bagian-bagian vitalnya dan kembali menarik napas dalam-dalam.

Ia tak ingin keliatan bergairah saat adiknya keluar dari kamar mandi nanti. Tak memakan waktu lama, Kiky keluar dari kamar mandi dalam keadaan bugil. Ia mengambil celana dalam dan daster dari lemari.

Selva menatap adiknya memakai celana dalam, jantungnya yg belum sepenuhnya kembali normal langsung berdebar lagi ngeliat badan Kiky yg langsing namun berisi itu. Kiky tidak mengenakan dasternya, tetapi langsung duduk bersila di sisi kakaknya di ranjang dan meletakkan dasternya di pangkuannya.

Kiky memonyongkan bibirnya seperti orang ngambek dan berkata, "Kak Selva kok mau sih ama Mbak Anna? Dia kan. " Kiky keliatan agak ragu sebelum akhirnya melanjutkan, "Dia kan nggak cantik. " Bukannya marah, senyum Selva malah berubah jadi tawa, "Kamu nggak boleh menilai orang dari penampilan fisiknya. Anna kan baik banget orangnya, lembut dan penuh pengertian. Lagian fisiknya juga nggak jelek-jelek amat. toket dan pantatnya kan gede banget, Kiky. Asyik banget untuk diremas. Dan ciumannya jago banget. Dia yg ngajarin Kakak ciuman. " "Iya sih. toket Kiky nggak gede ya, Kak? " kata Kiky sambil memandang payudara nya.

"Siapa bilang? " balas Selva, " toket kamu gede lagi! Kamu tuh tumbuh melebihi orang seumurmu. Waktu Kakak 17 tahun, payudara Kakak belum segede kamu. " dgn polos, Kiky bertanya, "Emang enak, Kak, diremas ama sesama cewek? " Belum sempat Selva menjawab, Kiky meraih tangan kakaknya dan meletakkannya di atas dadanya.

Cerita Sex Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok

Selva tersentak, namun membiarkan Kiky menggerakkan tangannya berputar-putar di dada adiknya yg terasa lembab dan segar itu. "Mmmhh. " Kiky mendesah dan matanya setengah menutup. Gairah Selva yg udah sulit dikendalikan semakin meledak ngeliat reaksi adiknya yg sangat merangsang itu.

Selva mulai meremas-remas dada adiknya dgn lembut lalu memilin-milin puting dada Kiky yg terasa semakin membesar dan mengeras. "Uhh. " Kiky kembali mendesah dan membiarkan Selva meraba dan meremas dadanya, sementara kedua tangannya sendiri meremas sprei kasurnya.

Tak lagi berusaha mengendalikan gairahnya yg udah memuncak, Selva meraih dagu adiknya dgn tangan kiri sementara tangan kanannya terus meremas dada Kiky dgn semakin bernafsu. Selva menarik wajah Kiky dan mengecup bibirnya yg basah.

"Mmmhh. " reaksi Kiky yg cuma berupa desahan itu membakar nafsu Selva. Sambil meremas dada adiknya dgn bergairah, Selva mengulum bibir bawah adiknya yg segera membuat Kiky membalas dgn mengulum bibir atas Selva.

Kakak beradik ini saling menghisap bibir selama beberapa saat, sampai akhirnya Selva melepas ciuman mereka. Kiky membuka mata mendapatkan ia dan kakaknya sama-sama terengah-engah setelah berciuman dgn penuh gairah.

"Ohh, ternyata enak ya, Kak? Kiky nggak nyangka deh. Kak Selva juga enak? " tanya Kiky dgn polos. "Gila kamu, Kiky! Dari tadi Kakak udah mau mati nahan gairah Kakak gara-gara kamu peluk, kamu cium, ngelihat kamu telanjang! " jawab Selva, "Kamu sih! Ngapain lagi kamu tarik tangan Kakak ke payudara kamu? " Kiky keliatan terkejut dgn kerasnya kata-kata kakaknya, "Sorry, Kak. Kiky cuma kangen aja ama Kak Selva dan pengen disentuh. Sorry. " katanya sambil menundukkan kepala.

"Ssstt. " Selva menarik dagu adiknya lagi hingga mereka saling bertatapan, lalu menampilkan senyumnya yg manis, "Tapi kamu suka kan? " Kiky cuma membalas dgn senyuman yg tak kalah manisnya.

Selva menggeser duduknya di ranjang hingga bersandar pada dinding, "Sini, " ia menarik lengan Kiky agar duduk di sisinya. Mereka duduk berdampingan, Selva membelai rambut Kiky, lalu dgn tangan di belakang kepala adiknya, Selva menarik wajah Kiky mendekati wajahnya, "Nih ajaran Anna. Kamu nilai sendiri enak apa nggak. " Selva kembali mencium bibir Kiky.

Kendali diri udah sepenuhnya kembali pada dirinya setelah menyadari bahwa Kiky juga menikmati semua ini, Selva mengatur alur percintaan tanpa tergesa-gesa. Ia tak lagi meraba-raba adiknya. Kini Selva cuma mengulum bibir adiknya, kadang seluruh mulutnya, lalu melepasnya, lalu mengulumnya lagi.

Kadang ia biarkan Kiky yg menghisap bibirnya dgn lebih bernafsu, lalu melepasnya untuk ngeliat adiknya maju mengejar mulutnya yg sedikit ia buka, memancing gairah Kiky. Selva mendorong adiknya hingga rebah di kasur.

Mereka berciuman lagi dgn penuh gairah. "Kak. " Kiky mendesah. Selva menjawab dgn menyelusupkan lidahnya dgn lembut ke dalam mulut Kiky yg sedikit terbuka. Tenggorokan Kiky tercekat saat merasakan lidahnya bersentuhan dgn lidah kakaknya.

Ini perasaan yg belum pernah ia rasakan sebelum ini. Ia tak menyangka akan merasakan rangsangan luar biasa sebagai akibatnya. Jilatan lembut Selva pada langit-langit dan lidah Kiky membuat Kiky terangsang, namun menjadi semakin rileks krna merasa semakin menyatu dgn kakaknya.


Cerita seks Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok
  • Kiky mulai membalas gerakan lidah Selva dgn gerakan lidahnya sendiri. Mengetahui adiknya udah bisa menikmati ini, Selva membelitkan lidahnya pada lidah Kiky sambil menghisap bibir adiknya. Selva melepas lidahnya dari mulut adiknya, lalu berkata, "Hisap lidah Kakak, Sayang. " Kata-kata lembut Selva membuat Kiky semakin bergairah, seakan sedang bercinta dgn kekasihnya.
  • Dgn bernafsu, ia menghisap lidah Selva yg kembali menjelajahi mulutnya. Mereka berciuman dan bergantian saling menghisap lidah untuk waktu yg lama. Merasa gairah adiknya dan gairahnya sendiri semakin membara, Selva mulai meningkatkan kecepatan percintaan dgn meraba paha dan selangkangan Kiky.
  • Kiky mendesah saat merasakan sentuhan di bagian yg belum pernah disentuh siapa pun itu. Selva melepas bibirnya dari bibir adiknya, lalu mulai menjilati telinga dan leher Kiky. Desahan Kiky mulai berubah menjadi erangan kenikmatan seks.
  • Tanpa melepas tangannya dari selangkangan Kiky, Selva menurunkan jilatannya ke dada adiknya yg montok itu. "Ah. ! " Kiky menjerit kecil saat pertama kali lidah kakaknya menyentuh puting toket nya, "Ooohh. aahh. Kak. " desahnya dgn penuh kenikmatan.
  • Kiky membuka matanya menyaksikan Selva menjilati puting dan payudara Kiky dgn semakin cepat dan bernafsu, membuat putingnya membesar dan mengeras. Kadang Selva menggigit puting Kiky membuat Kiky menjerit kecil dan memaju-mundurkan pantat nya seirama dgn gerak tangan Selva di selangkangannya, sehingga tangan Selva terasa semakin menekan dan meremas di selangkangannya yg kini udah basah kuyup.
Selva menarik kaosnya lalu melemparkannya ke lantai. Kedua tangan Kiky meremas dada kakaknya saat Selva sedang berusaha melepas bh-nya. Selva melempar bh-nya dan Kiky semakin bernafsu meremas dada dan puting telanjang kakaknya.

Mereka saling menghujam selangkangan hingga saling menekan. "Hhh. " desah Selva yg menikmati remasan adiknya pada dadanya yg telah membesar dan mengeras itu. Tak tahan lagi untuk segera merasakan adiknya, Selva bangkit membuka celana pendek sekaligus celana dalamnya, lalu menarik celana dalam Kiky hingga terlepas, menampilkan setumpuk kecil bulu tipis yg menutupi kemaluan yg telah membengkak penuh gairah.

Bau seks menyebar dari nonok Kiky, membuat isi kepala Selva serasa berputar penuh gairah tak tertahankan. Selva meraba bibir nonok adiknya yg telah berlumuran lendir gairah.

"Ohh, Kakaak! " Kiky tersentak merasakan nikmatnya sentuhan di titik terlarang itu. Tak tahan lagi, Selva segera menjilati bibir nonok Kiky dgn bernafsu, menikmati manisnya lendir nonok Kiky. "Ah! Ah! Kak! Ah! " Kiky menjerit-jerit tak tertahankan, tubuhnya menggelinjang merasakan kenikmatan yg tak pernah terbayangkan olehnya.

Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok, cerita seks sedarah, lesbi, kisah bokep porno Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok
Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok

Dua jari Selva membuka bibir nonok Kiky, menampilkan itil yg telah membengkak keras dan teracung keluar. Lidah Selva menari pada klitoris adiknya sambil tangan kirinya naik meremas-remas payudara Kiky, membuat Kiky terpaksa mencengkeram sprei untuk menahan gelinjang tubuhnya yg semakin sulit dikendalikan.

Ini tak membantu menahan jeritannya yg semakin keras "Aaagghh! Aaagghh! ohh, Kakaak! Nikmat, Kaak! Jangan berhen. aagghh! " Kiky telah terlontar ke dalam dunianya sendiri. Memang tak berniat berhenti, lidah Selva masuk ke dalam nonok Kiky dan menjilatinya tanpa ampun.

Kiky meluruskan kedua lengannya di sisi menopang tubuhnya ke posisi duduk mengangkang, menyaksikan kepala kakaknya di antara kedua pahanya. Tak mampu mengendalikan kenikmatan seks yg terus meningkat ini, Kiky menghunjamkan selangkangannya ke wajah kakaknya berulang kali, sementara lidah Selva semakin cepat bergetar di dalam nonok Kiky, sambil menikmati lendir nonok adiknya yg terus mengalir ke dalam mulutnya.

Hunjaman selangkangan dan gelinjang badan Kiky yg semakin kasar dan tak terkendali membuat Selva tahu bahwa adiknya tak akan tahan lebih lama lagi. Ia semakin bernafsu menjilati adiknya, di dalam nonok , bibir nonok serta klitorisnya.

Tepat dugaannya, tak lama kemudian kedua paha Kiky menghentak kaku menjepit kepala Selva, badan Kiky bergelinjang semakin kasar dan liar, sementara nonok nya berkontraksi dan memuncratkan gelombang demi gelombang lendir seks yg tak mampu lagi ia bendung.

"Aaakk. aahh. ahh Kakk. " jerit Kiky tak peduli lagi pada dunia, cuma kenikmatan orgasme pertamanya ini yg berarti baginya. Selva membuka mulutnya, mengulum seluruh nonok adiknya dan menenggak lendir orgasme yg membanjiri seisi mulutnya hingga sebagian menetes dari bibirnya ke dagu dan lehernya.

Hingga akhirnya ia merasa begitu lemah sampai tubuhnya jatuh ke kasur dgn penuh kenikmatan dan kepuasan. Selva menjilati lendir yg lolos ke sisi selangkangan dan paha adiknya, lalu memanjat badan adiknya dan menindih badan adiknya.

Sambil terengah-engah, ia menyaksikan Kiky yg memejamkan mata penuh kepuasan. Selva mengecup bibir Kiky, membuat Kiky membuka matanya dan tersenyum. Ia memeluk badan telanjang Selva, lalu membalas kecupan kakaknya dgn ciuman penuh pada mulut Selva.

Lidah mereka terpaut, Kiky menghisap lidah kakaknya, lalu melepaskannya untuk menjilati wajah, pipi dan leher Selva yg berlumuran lendir orgasmenya sendiri. Lendir seks ini terasa nikmat dan manis baginya.

Kiky tahu Selva terengah-engah bukan cuma krna habis memakan nonok nya dgn brutal, namun juga krna gairahnya yg telah memuncak. Kiky melorotkan diri di bawah badan kakaknya, menggesekkan payudara nya pada payudara Selva.

Wajah Kiky tiba di depan payudara Selva saat Selva mengangkat tubuhnya dgn menopangkan dirinya pada sikunya. Tanpa ragu Kiky mulai menjilati puting payudara kakaknya hingga napas Selva semakin tersenggal-senggal menahan gairah yg semakin melonjak dalam dirinya.

Selangkangannya semakin memanas dan lendir seksnya meleleh keluar dari nonok nya, menetes-netes di paha Kiky. "Ohh, Sayang! Kakak nggak tahan lagi, Sayang! " erang Selva. Memahami maksud kakaknya, Kiky melorotkan tubuhnya kembali hingga wajahnya tiba di depan nonok Selva, dan tanpa menunda lagi, Kiky langsung menyusupkan lidahnya ke dalam nonok kakaknya.

"Aaahh! Ahh! Sayaang! " Selva menjerit selagi Kiky sibuk menjilati nonok nya dari dalam hingga ke itil nya berulang-ulang. Dengan nafsu, Selva menduduki wajah adiknya, lalu menaik-turunkan tubuhnya, menghujamkan nonok nya ke wajah adiknya berulang-ulang.

Sambil meremas pantat Selva, Kiky meluruskan lidahnya hingga kaku dan menghujamkan ke arah nonok seirama dgn gerakan pantat kakaknya. Lendir gairah meleleh ke wajah dan pipi Kiky saat ia memaikan kakaknya dgn lidahnya.

Tak lama Selva mampu bertahan setelah gelombang rangsangan bertubi-tubi yg telah ia nikmati, puncak kenikmatan pun meledak dan Selva tersentak kaku di atas wajah adiknya dalam kepuasan orgasme demi orgasme yg menyemprotkan lendir panas ke dalam mulut Kiky berulang kali.

Kiky berusaha keras menghisap dan menelan seluruh lendir orgasme Selva yg memenuhi mulutnya. Begitu banyaknya lendir nonok yg Selva tumpahkan ke mulut adiknya, sebagian terpaksa mengalir keluar ke pipi Kiky.

Dari kaku, perlahan-lahan badan Selva mulai melemas dan jepitan pahanya pada kepala Kiky pun mulai mengendur, hingga akhirnya Selva jatuh terbaring lemas di atas ranjang. Kiky mendekati wajah kakaknya yg menantinya dgn tersenyum, lalu mencium bibir kakaknya.

Mereka berpelukan dan berciuman beberapa saat. Selva membelai rambut adiknya, sementara Kiky meremas pantat kakaknya. Lelah berciuman, Selva menghela napas panjang sebelum akhirnya mengatakan, "Aku cinta kamu, Sayang. " Kiky cuma tersenyum dan mereka terus berpelukan hingga tertidur dalam rasa lelah yg penuh dgn kepuasan.

Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok
Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok, cerita sex , Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok, cerita seks sedarah, lesbi, kisah bokep porno Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Adik Kakak Belajar Lesbian Jilat Nonok


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/